Tim Anies-Sandi Akan Gencar Sosialisasikan Program Jelang Pilgub DKI Putaran Kedua

Ketua tim pemenangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Mardani Ali Sera mengungkapkan, akan memanfaatkan sisa waktu kampanye putaran kedua dengan mengunjungi masyarakat menengah untuk menyosialisasikan rencana program kerjanya.

“Kampanye untuk putaran kedua fokus untuk ketemu dengan masyarakat menengah sosialisasi rencana program kerja,” ungkap Mardani

bantah

Selain itu, Anies-Sandi juga akan memanfaatkan media sosial dengan membuat video yang berisi pesan dan konten program kerjanya agar dapat tersampaikan kepada masyarakat Jakarta selaku calon pemilih.

Sekedar diketahui, pemungutan suara putaran kedua Pilkada DKI Jakarta akan diselenggarakan pada tanggal 19 April mendatang. Dengan demikian, masing-masing pasangan calon masing memiliki waktu kurang lebih 20 hari lagi berkampanye sampai dengan masa tenang.

“Kita  juga ingin memperbanyak video-video dan postingan fokusnya media sosial masyarakat menengah,” tutur Mardani.

 

Kampanye Hitam, Timses Anies-Sandi: Ada Pihak yang Tak Happy

Wakil Ketua Tim Media Anies-Sandi, Naufal Firman Yursak, menduga ada pihak yang tidak senang dengan program calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Sehingga mendekati pemungutan suara pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017, mereka sering menjadi korban dari peredaran kampanye hitam.

sandi1

“Ada yang tidak happy kalau pesan-pesan dari Anies-Sandi itu bisa diterima dengan baik oleh masyarakat sehinggga mereka berusaha melakukan kampanye hitam untuk mengelabui masyarkat,” ujarnya

Menurutnya, ini merupakan salah satu cara untuk menipu publik agar termakan isu yang tidak benar. Pihaknya berharap masyarakat Ibu Kota tak mudah percaya terhadap setiap informasi yang mengarah pada tindakan kampanye kampanye hitam.

“Jadi, ini ada upaya menipu publik atas program-program kerja yang dimiliki Anies-Sandi,” imbuhnya.

Naufal menuturkan, dari informasi relawan Anies-Sandi, spanduk fitnah itu disebar lebih dari 100 titik di Jakarta. Saat ini, kata dia, sebagian besar spanduk itu sudah diturunkan para relawan tim Anies-Sandi.

“Ada beberapa spanduk yang dibawa ke posko pemenangan untuk dijadikan alat bukti dan diserahkan kepada Bawaslu DKI,” pungkasnya.

Anies Sandi Menjawab Permasalah Kemacetan di Jakarta

anies-baswedan-_170318004101-459

Jakarta menjadi ibu kota dengan kepadatan penduduk yang selalu dihadapkan dengan persoalan kemacetan yang dinilai akibat buruknya manajemen transportasi angkutan umum.

Anies Baswedan, Calon Gubernur DKI Jakarta 2017 menilai untuk mengatasi permasalahan kemacetan di Jakarta dibutuhkan kebersamaan dengan seluruh angkutan umum dan menciptakan sistem pengintegrasian dalam satu tiket Rp. 5,000.

Program ini yang disebut dengan OK Trip dengan pengelolaan manajemen yang benar. OK trip dipercaya dapat memberikan integrasi transportasi bukan sekedar bantu orang bekerja namun juga menumbuhkan suasana interaksi dan persatuan di Jakarta.

Cawagub Sandiaga menambahkan Pemrov DKI tidak bisa bekerja sendiri untuk membangun Jakarta. Perlu adanya kerjasama dalam membenahi sistem dan manajemen transportasi yang berkualitas sehingga menarik masyarakat untuk kembali menggunakan transportasi massal.

Fitnah & Black Campaign Merongrong, Anies-Sandi Tetap Berlalu!

BAK anjing menggonggong kafilah tetap berlalu, pasangan calon (paslon) Pilkada DKI Jakarta 2017 nomor urut 3 Anies Baswedan-Sandiaga Uno, tak ingin terlalu ambil pusing dengan gempuran fitnah dan black campaign alias kampanye hitam yang merongrong.

Ya, sekira dua pekan berselang jelang hari H putaran kedua Pilkada DKI 2017 yang jatuh pada 19 April, gelombang fitnah dan kampanye hitam kian gencar. Menengok data dari situs fitnahlagi.com hingga Selasa 4 April 2017, terhitung sudah 76 fitnah yang muncul di khalayak publik.

sandi1

Tentu ada langkah-langkah tertentu yang diambil tim Anies-Sandi. Yang dimaksud adalah melaporkan dugaan kampanye hitam itu ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

Tujuannya apalagi kalau bukan untuk menjatuhkan nama baik dan memengaruhi pilihan rakyat dengan cara yang tidak fair! Terbaru, duet Anies-Sandi diserang black campaign soal penyebaran spanduk “Jakarta Bersyariah” di berbagai titik di Ibu Kota.

“Kalau makin banyak difitnah, berarti makin kuat, momentum kita makin besar. Kalau pakai fitnah seperti ini, kayak (pihak lawan) kehilangan percaya diri jadinya. Tapi kita santai aja, rileks, tidak dimasukkan ke hati dan tetap kerja untuk warga Jakarta,” cetus Anies di Posko Pemenangan Jalan Cicurug, Jakarta Pusat, Senin 3 April.

Soal tingginya angka fitnah terhadapnya, Calon Gubernur (Cagub) Anies Baswedan menanggapinya dengan sedikit santai. Selain dengan senyum, eks Menteri Kebudayaan dan Pendidikan (Mendikbud) RI hanya mencibir bahwa pihak lawan – you-know-who (kalian tahulah), sudah enggak pede alias percaya diri bersaing sehat.

“Kita enggak mau sibut sama itu (fitnah), itu murahan, udah hafal, udah lebih 70 fitnah. Jadi kita fitnah-fitnah lagi, kita sih senyum aja. Lebih baik konsentrasi pada kampanye, pada sosialisasi,” sambungnya saat berada di kediamannya di Lebak Bulus, Jakarta Selatam, Selasa (4/4/2017).

Soal maraknya fitnah dan spanduk kampanye fitnah tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Riza Patria juga menyatakan hal senada. Pihak lawan sudah mulai pesimis dan tak senang dengan keunggulan Anies-Sandi.

“Menurut survei kan belakangan pasangan Anies-Sandi unggul. Tentu saja ada orang yang tidak senang dengan cara-cara yang tidak baik, memprovokasi, membuat hasutan berupa spanduk-spanduk,” timpal legislator dari Fraksi Gerindra tersebut.

Ditambah kegeraman tokoh Tionghoa Lieus Sungkharisma. Menurut Ketua Koordinator Komunitas Tionghoa Antikorupsi (KOMTAK) itu, sudah semestinya aparat ambil tindakan.

“Saya heran, orang kok memfitnah niat banget. Polisi kudu (harus) sesegera mungkin tindak yang begitu. Jangan bisanya hanya turunkan spanduk saja. Tangkap juga dong, pelakunya,” ketus Lieus

Namun tim Anies-Sandi menyatakan belum berniat membawa kasus ini ke kepolisian. “Yang penting kan sudah melaporkan ke Bawaslu dan sudah diturunkan juga spanduk-spanduknya,” ungkap Yupen Hadi.

Yang kayak begitu memang bisa saja dipolisikan. Apalagi menurut Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Dahlia Umar, penyebar spanduk kampanye hitam itu bisa dikenakan Pasla 69 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 bisa diganjar sanksi pidana.

“(Buat laporan ke polisi) enggak sih. Itu dianggap biasa saja karena bukan yang pertama kali. Mas Anies-Sandi enggak mau menanggapi serius-serius lah,” tuntasnya singkat.

 

Suara Dukungan Warga Glodok untuk Anies Sandi

Tanggapan Anies-Sandi Terkait Hitung Cepat

Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sebagai pasangan calon nomor urut tiga pada Pilihan Gubernur DKI Jakarta putaran kedua rupanya memiliki banyak pendukung di Jakarta.

Salah satunya ada Frans Tairas yang ternyata warga glodok yang sudah ikut bersama Anies-Sandi blusukan sejak 18 bulan yang lalu. Selama menghabiskan waktu bersama pasang Anies-Sandi di 1000 titik di Jakarta, Frans melihat Anies-Sandi sebagai pemimpin pemersatu.

Menurut Frans, Anies-Sandi tidak suka perpecahan dan juga sangat santun. Oleh sebab itu Frans memilih pemimpin ini karena menginginkan persatuan tanpa membeda-bedakan dari rakyat miskin ataupun kaya.

“Di sini tempat saya tinggal (Glodok) banyak masyarakat memlilih Anies-Sandi karena mereka paham bahwa pasangan ini bersatu (tidak rasis),” katanya.

Ini Alasan Masyarakat Bima Jakarta Siap Coblos No.3

Memantapkan kekuatan pasangan Calon (Paslon) Cagub dan Cawagub DKI Jakarta nomor urut tiga Anies baswedan-Sandiaga Uno setelah mendapat dukungan dari Ikatan Batak Indonesia Raya (IBARA) untuk Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. Dukungan juga di deklarasikan oleh perkumpulan orang Bima, Nusa Tenggara Timur (NTB) yang tinggal dan menetap di Jakarta.

sandi

“Kami mendukungnya (Anies-Sandi) karena perogram-programnya yang sangat toleransi bagi masyarakat Jakarta,” katanya.

Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Badan Musyawarah Masyarakat Bima (BMMB), Firdau Djuwaid mengatakan, sebagai perwakilan orang Bima yang menetap di Jakarta mengatakan bahwa pasangan Anies-Sandi ini memiliki program yang sangat bagus untuk kemajuan Jakarta.

Selain itu, Firdaus menganggap watak dan garis keturunan antara paslon nomor urut tiga ini sangat cocok apabila bekerja sama dalam membangun kota Jakarta menjadi lebih baik kedepannya.

Saat ini, paslon nomor urut tiga yang juga lolos keputaran kedua pemilihan Gubernur DKI Jakarta sedang mengkampanyekan program-program kerja mereka seandainya nanti menjadi Gubernur, seperti OK OCE hingga angsuran rumah tanpa Dp.

“Selain cara berkomunikasi yang baik dengan masyarakat pasangan calon ini sangat cocok apabila bekerja sama kalau dilihat dari sifat atau watak dan garis keturunan mereka,” jelasnnya.

 

Dihampiri Pengamen Bukanya Kabur, Sandiaga Uno Malah Hibur Banyak Orang

JAKARTA – Kejadian heboh terjadi saat calon wakil gubernur DKI, Sandiaga Uno saat makan siang di warung kaki lima, di kawasan melawai, Jakarta Selatan,  Ketika didatangi pengamen Sandi berjoget dan memainkan alat musik bersama pengamen.

pengamen tersebut membawa gitar akustiknya langsung mendekati Sandi ketika sedang menyantap makan siangnya.

sandi

Mendengar lantunan pengamen tersebut Sandiaga, ikut berdiri dan berjoget bersama. “Lagi-lagi mas terusin nyanyinya,” ucap Sandiaga sambil ikut sambil berjoget. Tak puas hanya berjoget, Sandi juga memainkan alat musik Kajon milik pengamen.

Dengan percaya diri Sandi menabuh Kajon tersebut mengiringi pengamen yang sedang memainkan lagu ‘Maumere’.Sontak, semua orang yang berada disitu riang gembira dan berjoget bersama.

Pengamen langsung melantunkan sebuah lagu, bentuk dukungan kepada pasangan calon gubernur Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno tersebut. “Buah manggis, buah kecapi, jangan lupa pilih Anies-Sandi,” lantunan lagu dari pengamen tersebut.

sumber: kepo

Sandiaga Uno Kenakan Peci Anyaman Khas Gorontalo Makin Ganteng Loh

Salah satunya yang dipakai oleh calon wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno. Sebagai seorang muslim, peci lekat dikepalanya untuk keperluan ibadah. Namun tak hanya untuk itu, untuk kebutuhan kampanye ke beberapa daerah, Sandi bersama pasangan calonnya untuk DKI Jakarta, Anies Baswedan juga sering memakai peci.

uno

Seperti pada sebuah kesempatan acara Maulid Nabi di kawasan Cililitan, Jakarta Timur ini. Sandi mengenakan koko berwarna baby blue dengan celana coklat yang tak lupa dengan peci anyam tersebut.

uno1

Kemudian, pada beberapa kesempatan Salat Jumat, nSandi juga mengenakan peci anyam rotan ini. dengan koko putih dan sarung tenun berwarna hitam, Sandi tampil bersahaja dan menyejukan hati setelah salat.

Dan ternyata, hobinya yang sering memakai peci anyam ini bukan tanpa alasan. Dalam sebuah video yang ia unggah lewat akun Instagrammnya, Sandi memberikan alasan yang mengundang gelak tawa. “Enaknya memakai peci khas Gorontalo ini karena angin semeriwing bisa masuk ke kepala. Jadi walaupun hati panas, kepala tetap dingin,” ucapnya pada keterangan video tersebut.

 

sumber: okezone

Program Tunjangan Hari Tua Anies Sandi Memang Oke

Ilustrasi Untuk Dana Pensiun di Hari Tua

Pasangan nomor urut 3, Anies-Sandi berkomitmen untuk memberikan tunjangan hari tua kepada semua lansia untuk menunjang kebutuhan hidup.

Menurut Wakil Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi, M Taufik menyatakan program tunjangan hari tua khusus lansia milik paslon Anies-Sandi berbeda dengan program Kartu Jakarta Lansia (KJL) milik paslon Ahok Djarot.

“Anies-Sandi juga akan memperbanyak layanan kesehatan, ruang terbuka hijau, tranportasi umum, unit darurat pertolongan pertama, dan mengajak masyarakat terlibat aktif peduli terhadap lansia,” beber Taufik.

Taufik sempat heran saat kubu Ahok-Djarot mencoba launching program yang sama saat kampanye putaran kedua. Karena menurutnya sewaktu DPRD DKI mengajukan untuk memasukan program tersebut dalam APBD DKI, namun ahok menolaknya.

Ternyata Ini Alasan Ikatan Batak Indonesia Raya Dukung Anies-Sandi

parbara

Asiikkk ternyata pasangan calon nomor urut tiga di Pilkada DKI 2017 putaran kedua, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno mendapat deklarasi dukungan dari Ikatan Batak Indonesia Raya.

Seluruh simpatisan IBARA bertekat memenangkan Anies-Sandi pada hari pencoblosan mendatang di 19 April 2017. Hal ini diungkapkan dalam deklarasi yang berlangsung di Gelanggan Remaja Otista, Jakarta Timur.

Mereka percaya Jakarta di tangan Anies-Sandi bisa lebih baik dan lebih adil. Seperti ini curhatan mereka:

“Kami berharap di tangan Anies-Sandiaga tidak ada lagi masyarakat yang terkotak-kotak, apalagi dengan isu kelompok agama yang terjadi saat ini,” ucap Sugiono selaku Ketua Dewan Pembina IBARA Sugiyono.