Fitnah & Black Campaign Merongrong, Anies-Sandi Tetap Berlalu!

BAK anjing menggonggong kafilah tetap berlalu, pasangan calon (paslon) Pilkada DKI Jakarta 2017 nomor urut 3 Anies Baswedan-Sandiaga Uno, tak ingin terlalu ambil pusing dengan gempuran fitnah dan black campaign alias kampanye hitam yang merongrong.

Ya, sekira dua pekan berselang jelang hari H putaran kedua Pilkada DKI 2017 yang jatuh pada 19 April, gelombang fitnah dan kampanye hitam kian gencar. Menengok data dari situs fitnahlagi.com hingga Selasa 4 April 2017, terhitung sudah 76 fitnah yang muncul di khalayak publik.

sandi1

Tentu ada langkah-langkah tertentu yang diambil tim Anies-Sandi. Yang dimaksud adalah melaporkan dugaan kampanye hitam itu ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

Tujuannya apalagi kalau bukan untuk menjatuhkan nama baik dan memengaruhi pilihan rakyat dengan cara yang tidak fair! Terbaru, duet Anies-Sandi diserang black campaign soal penyebaran spanduk “Jakarta Bersyariah” di berbagai titik di Ibu Kota.

“Kalau makin banyak difitnah, berarti makin kuat, momentum kita makin besar. Kalau pakai fitnah seperti ini, kayak (pihak lawan) kehilangan percaya diri jadinya. Tapi kita santai aja, rileks, tidak dimasukkan ke hati dan tetap kerja untuk warga Jakarta,” cetus Anies di Posko Pemenangan Jalan Cicurug, Jakarta Pusat, Senin 3 April.

Soal tingginya angka fitnah terhadapnya, Calon Gubernur (Cagub) Anies Baswedan menanggapinya dengan sedikit santai. Selain dengan senyum, eks Menteri Kebudayaan dan Pendidikan (Mendikbud) RI hanya mencibir bahwa pihak lawan – you-know-who (kalian tahulah), sudah enggak pede alias percaya diri bersaing sehat.

“Kita enggak mau sibut sama itu (fitnah), itu murahan, udah hafal, udah lebih 70 fitnah. Jadi kita fitnah-fitnah lagi, kita sih senyum aja. Lebih baik konsentrasi pada kampanye, pada sosialisasi,” sambungnya saat berada di kediamannya di Lebak Bulus, Jakarta Selatam, Selasa (4/4/2017).

Soal maraknya fitnah dan spanduk kampanye fitnah tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Riza Patria juga menyatakan hal senada. Pihak lawan sudah mulai pesimis dan tak senang dengan keunggulan Anies-Sandi.

“Menurut survei kan belakangan pasangan Anies-Sandi unggul. Tentu saja ada orang yang tidak senang dengan cara-cara yang tidak baik, memprovokasi, membuat hasutan berupa spanduk-spanduk,” timpal legislator dari Fraksi Gerindra tersebut.

Ditambah kegeraman tokoh Tionghoa Lieus Sungkharisma. Menurut Ketua Koordinator Komunitas Tionghoa Antikorupsi (KOMTAK) itu, sudah semestinya aparat ambil tindakan.

“Saya heran, orang kok memfitnah niat banget. Polisi kudu (harus) sesegera mungkin tindak yang begitu. Jangan bisanya hanya turunkan spanduk saja. Tangkap juga dong, pelakunya,” ketus Lieus

Namun tim Anies-Sandi menyatakan belum berniat membawa kasus ini ke kepolisian. “Yang penting kan sudah melaporkan ke Bawaslu dan sudah diturunkan juga spanduk-spanduknya,” ungkap Yupen Hadi.

Yang kayak begitu memang bisa saja dipolisikan. Apalagi menurut Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Dahlia Umar, penyebar spanduk kampanye hitam itu bisa dikenakan Pasla 69 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 bisa diganjar sanksi pidana.

“(Buat laporan ke polisi) enggak sih. Itu dianggap biasa saja karena bukan yang pertama kali. Mas Anies-Sandi enggak mau menanggapi serius-serius lah,” tuntasnya singkat.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s